Manfaat Kentang bagi Kesehatan
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.
Manfaat Kentang
3. Baik untuk pencernaan
Kandungan pati resisten yang dimiliki kentang bisa membantu memperbaiki sistem pencernaan. Saat masuk ke dalam usus, pati resisten ini akan dimakan oleh bakteri baik. Kemudian, bakteri baik tersebut akan mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek.
Nah, asam lemak rantai pendek ini yang punya segudang manfaat bagi kesehatan, contohnya dapat mengurangi risiko peradangan di usus besar, memperkuat pertahanan usus besar, dan mengurangi risiko kanker kolorektal (kanker usus besar). Selain itu asam lemak rantai dari pati resisten ini juga sangat penting untuk membantu orang yang sedang mengalami infeksi usus, seperti penyakit Crohn, atau divertikulitis.
4. Bebas gluten
Kandungan zat dalam kentang juga bebas gluten. Gluten adalah jenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian, seperti biji gandum. Bagi orang yang mengalami masalah dalam mengolah gluten seperti penyakit celiac, kentang bisa dijadikan pilihan tepat.
Meskipun bebas gluten, tetapi tidak semua resep makanan dari kentang benar-benar bebas gluten. Beberapa hidangan kentang mengandung gluten seperti dalam saus, atau roti kentang.
6. Menjaga kesehatan sistem saraf dan fungsi otak
Vitamin B6 dalam kentang sangat penting untuk menjaga kesehatan neuron atau saraf. Vitamin B6 membantu menciptakan bahan kimia otak yakni, termasuk serotonin, dopamin, dan noreprinefrin. Selain itu, kalium dalam kentang yang bisa mendorong pelebaran pembuluh darah juga membantu memastikan otak cukup mendapatkan darah.
7. Menjaga kesehatan jantung
Karotenoid dalam kentang membantu menjaga fungsi jantung dengan baik. Vitamin C dan B6 juga membantu mengurangi radikal bebas pada sel jantung dan sel-sel tubuh lainnya. Vitamin B6 juga memiliki peranan penting dalam proses di dalam tubuh bernama proses metilasi.
Proses ini salah satu fungsinya mengubah homosistein, molekul yang berbahaya menjadi metionin, struktur komponen baru dalam protein. Terlalu banyak homosistein dapat merusak dinding pembuluh darah dan kadarnya yang semakin tinggi memiliki kaitan terjadinya peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.

Komentar
Posting Komentar